Minggu, 16 Oktober 2016

Mengenal Tanaman Philodendron dan Jenis-Jenisnya

Philodendron merupakan spesies tu,buhan yang berasal dari family Araceae, yang didalamnya mencakup Algaonema, Anthurium, Arisema, Alocasia, Caladium, Diffenbachia, Syngonium, Spatiphyllum, dan juga Zanthedescia.


Philodendron



Dalam bahasa yunani Philodendron berasal dari kata “philo” yang berarti cinta, dan “Dendron” yang berarti pohon. Sehingga philodendron bermakna pohon cinta.

Asal-Usul Philodendron

Tanaman ini ditemukan pertama kali oleh schoot pada tahun 1832 di hutan tropis Brazil bagian tenggara.

Tanaman ini memiliki cukup banyak jenis yang banyak tersebar dan dikembangkan diseluruh dunia. Didalam genus Philodendron sendiri terdapat sekitar 700 spesies.

Untuk spesies lainnya baik yang sama maupun spesies baru juga banyak ditemukan di beberapa lokasi hutan tropis Amerika.

Morfologi Tumbuhan

Tumbuhan Philodendron memiliki banyak ragam untuk ukuran dan bentuk daun sesuai dengan jenisnya.

Sehingga keragaman inilah yang dijadikan oleh para ahli botani sebagai kunci determinasi dalam menentukan spesies yang ditemukan di habitat asalnya.

Akan tetapi jika bentuk dan ukuran daun tanaman yang berbeda sulit untuk dibedakan, maka para ahli botani menggunakan warna daun, susunan daun, seludang batang, ukuran dan warna bunga serta sifat tumbuh tanaman sebagai kunci determinasi.

Uraian morfologi tanaman ini secara lengkap adalah sebagai berikut:

1 Akar

Tumbuhan Philodendron memiliki akar serabut yang bersifat herbaceous (mengandung minyak) sampai akar berumur tua.

akar philodendron


Permukaan akar tidak rata, berukuran cukup besar serta mudah patah. Di ujung akar terdapat tudung akar yang terlihat seperti bulu putih yang banyak mengandung air.

Selain bagian akar utama yang tumbuh didalam tanah, tanaman ini juga emmiliki akar napas yang tumbuh dengan menggantung ditiap ruas.

Akar napas ini akan terlihat jelas pada Philodendron merambat, tetapi jarang terlihat pada jenis Philodendron perdu kecuali setelah tanaman berukuran cukup besar atau berubah menjadi pohon.

Fungsi akar utama philodendron adalah untuk menyerap air dan unsur hara, sedangkan akar napas berfungsi untuk memanjat atau menempel pada benda lain yang ada disekitarnya.

Semua jenis Philodendron memiliki akar adventif di beberapa bagian bukunya. Jumlah akar ini dipengaruhi oleh factor lingkungan dan bukan oleh sifat suatu spesies.

Jenis Philodendron yang merambat memiliki jumlah akar adventif yang lebih banyak di bandingkan Philodendron Self-heading.

Akar tempel philodendron ada yang tumbuh menyebar pada lingkaran buku ada pula yang berkumpul pada satu titik buku saja.

Pada Philodendron Auriculstum akar tempelnya melingkari buku, sedangkan pada P. Gigas akar tempelnya merapat di suatu titik pada sebuah buku.

Cirri morfologi akar tanaman Philodendron tidak digunakan dalam penentuan taksonomi saat pendeskripsian spesialis dilakukan.

Akar yang masih segar berwarna putih, putih kehijauan atau kecokelatan dengan ukuran panjang dan diameter serta tekstur yang berbeda untuk setiap spesies.

Namun jika akar yang sudah kering, maka cirri tersebut tidak tampak lagi.

2 Batang

batang philodendron


Tanaman Philodendron memiliki batang yang berbentuk bulat dengan ukuran yang bervariasi. Spesies tanaman yang merambat memiliki lingkar batang yang berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis perdu atau yang tumbuh tegak.

Ukuran panjang batang Philodendron pun bervariasi, ada yang berukuran puluhan centimeter dan ada pula yang lebih pendek.

Panjang ruas Philodendron yang merambat berkisar 10-30 cm serta dapat berubah menjadi lebih panjang jika ditanam di tempat yang lebih gelap.

Permukaan batang pun bervariasi, ada yang licin, kasar dan berambut sementara batangnya ada yang berwarna hijau mengkilap, kecokelatan, kuning, dan merah.

Bagian batang ini terdapat seludung daun yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda untuk tiap spesies.

Batang ini juga mengalami perubahan warna dari satu stadia ke stadia berikutnya. 

Ada jenis batang yang awalnya berwarna hijau tua dan setelah dewasa berubah warnanya menjadi hijau keabu-abuan.

Namun ada juga yang saat berumur muda memiliki warna hijau tua namun setelah dewasa berubah menjadi warna kuning atau merah kecokelatan.

Oleh karena itulah, kunci determinasi pada tanaman ini hanya dapat dilakukan ketika batang masih segar.

Untuk menentukan kunci determinasi philodendron terpenting dari bagian batang adalah pada bagian seludang daun.

Seludang daun pada umumnya berupa lembaran halus dan tipis, namun ada pula yang tebal dan berair.

Jenis philodendron dengan seludang tebal ini mengandung cairan gelatin yang berperan sebagai pelumas pada saat daun baru tumbuh.

Seludang daun ini berfungsi untuk melindungi daun yang baru muncul. Pada jenis yang merambat, seludang daun akan rontok segera setelah daun baru tumbuh.

Warna pada seludang ini juga dipakai sebagai kunci determinasi.

3 Daun

Bentuk daun philodendron



Berdasarkan jenisnya yang beragam maka bentuk daun philodendron pun memiliki bentuk dan warna yang beragam pula.

Misalnya ada daun yang berbentuk hati, lanset, lanset berlekuk, dan jari-jari. Ukuran helaian daun serta panjang tangkainya pun bervariasi.

Pada jenis philodendron yang merambat umumnya memiliki tangkai daun panjang sedangkan untuk jenis yang tumbuh tegak umumnya bertangkai daun pendek dan hanya beberapa jenis yang bertangkai daun panjang.

Tangkai daun ini berbentuk bulat, ada yang berbentuk setengah lingkaran dan ada pula setengah lingkaran berlekuk.

Sedangkan warna daun juga bermacam-macam, yaitu hijau, hijau muda, kuning, merah, merah keunguan, warna perak serta variegate.

Tanaman ini adalah tanaman evergreen yang artinya tidak mengalami periode dorman. Bentuk daun tanaman ini tersusun saling berhadapan kecuali pada spesies yang memiliki ruas batang yang pendek.

Susunan daun juga saling bersilang atau membentuk rumpun. Bahkan 55 subspesies philodendron yang berasal dari Amerika Tengah memiliki daun dengan berbagai bentuk lekukan, dan 3 diantaranya berdaun 3 lekuk (triloba).

Contohnya seperti P. Anisotomum, P. Cotobrusense, P. Madronoense, P. Ruthchuhianum, P. Tripatitum, dan P. Angustilobum.

Tangkai daun Philodendron selalu tumbuh memanjang. Umumnya spesies memiliki panjang daun yang hampir sama dengan tangkainya.

Seperti kebanyakan tangkai daun philodendron yang berasal dari Amerika Tengah dengan panjang tangkai mencapai lebih dari 50 cm.

Meskipun ada juga jenis yang memiliki tangkai pendek.

4 Bunga

Bunga Philodendron

Tanaman Philodendron memiliki bunga majemuk, yaitu rangkaian banyak bunga yang tersusun pada spadiks.

Bunga ini terlindungi oleh seludang bunga yang membungkus spadiks. Setiap spesies mempunyai perbedaan ukuran seludang dan spadiks yang digunakan sebagai kunci determinasi Philodendron.

Seludang tanaman ini juga memiliki warna yang berbeda-beda. Posisi bunga pada batang dapat tegak atau miring, tergantung posisi batangnya.

Meskipun awalnya tersembunyi diujung batang, bunga yang kemudian tumbuh akhirnya menyebabkan batang melengkung sehingga bunga menjadi tegak.

Dalam proses taksonomi Philodendron, jumlah bunga tunggal dalam satu ketiak daun juga dapat menentukan determinasi spesies.

Sebab ada spesies yang memiliki bunga tunggal dalam satu ketiak daun namun ada juga yang memiliki lebih dari satu bunga perketiak daun.

5 Biji

Biji Philodendron

Tanaman Philodendron memiliki kelompok buah yang berada pada sebuah tongol (berry). Biji tanaman ini terbungkus oleh kulit yang terdiri dari lapisan luar dan lapisan dalam.

Warna kulit berry pada Philodendron sangat beragam tetapi tidak seperti anthurium atau keluarga araceae yang lain, namun perbedaan ini tidak digunakan sebagai kunci determinasi spesies.

Bunga jantan dan bunga betina pada Philodendron terdapat pada bagian spadiks yang sama (bunga hermafrodit).

Yaitu bunga betina berada di bagian bawah spadiks, sedangkan bunga jantan terletak di ujung spadiks. Dan bagian tengah spadiks merupakan daerah perantara tempat bunga jantan yang mandul.

Jenis Bunga Philodendron

Green Imperial



Philodendron Green Imperial


Sesuai dengan namanya, tanaman ini memiliki warna hijau yang memikat. Warna hijau mengkilat ini memiliki manfaat tersendiri seperti pada saat tanaman terkena debu, sehingga akan mudah dibersihkan hanya dengan menggunakan kain perca.

King Dragon


Philodendron King Dragon

Tanaman philo yang satu ini memiliki bentuk dan postur yang berbeda seperti tanaman philodendron pada umumnya.

Memiliki bentuk daun yang keriting, sehingga membuat tanaman ini terkesan unik dan eksotik.

Pig Skin

Philodendron Pig Skin

Jenis philodendron ini memiliki daun yang bulat dan lebar. Dan kebanyakan dari jenis ini memiliki daun yang pertumbuhannya menghadap ke bawah.
Green Emerald

Philodendron Green Emerald

Jenis tanaman philo yang satu ini memiliki penampilan yang kurang menarik karena memiliki daun yang lebar dan pertumbuhannya yang sangat lambat.

Evansi

Philodendron Evansi

Penampilan tanaman ini sangat cantik. Memiliki bentuk daun yang sangat berbeda, sehingga membuat tanaman ini di gemari oleh banyak orang.

Tanaman philo yang satu ini sangat cocok jika dipajang di sekitar area pekarangan rumah atau bisa juga dipajang di dalam ruangan tamu ataupun ruang kerja.

 Panduriforme

Philodendron Panduriforme

Jenis philodendron memiliki bentuk daun seperti kepala kuda. Pada bagian pangkal besar lalu mengecil pada ujungnya.

Oleh karena itu, jenis ini disebut dengan horsehead philodendron. Daunnya berwarna hijau segar.
Jenis ini termasuk tipe merambat dengan tajuk yang tinggi dan berukuran besar. 

Sehingga cocok dirambatkan di batang pohon. Tanaman ini relative tahan di ruangan selama seminggu.

Erusbescens

Philodendron Erusbescens


Merupakan tipe philodendron yang merambat. Jenis ini juga dinamakan dengan philo berdaun merah karena memiliki warna hijau gelap di permukaan daun merah dan tembaga dibagian bawah daun.

Memiliki daun berbentuk bulat lonjong meruncing seperti tombak. Tangkainya agak memanjang dan tersusun kompak pada batangnya yang pendek dengan posisi tegak.

Imbe

Philosendron Imbe

Jenis philodendron ini termasuk tipe pemanjat sehingga dapat dirambatkan pada batang hingga menjulang ke atas.

Bentuknya mirip dengan Philodendron williamsii, perbedaannya williamsii lebih kaku tapi imbe lebih lentur.

Daya tarik dari jenis ini adalah warna daun tua dan muda. Pucuk daun berwarna hijau kuning, kemerahan, lalu hijau gelap pada saat tua. Bentuk daunnya ramping bergelombang.

Bergundy

Philodendron Burgundy

Jenis burgundy termasuk tipe pemanjat. Berdaun lebar dan berwarna hijau tua. Pada umumnya tanaman ini dirambatkan di pohon untuk membuat tanaman lebih asri.

Tanaman inimembutuhkan ruangan yang cukup lebar karena sosoknya yang besar.

Williamsii

Philodendron Williamsii

Jenis williamsii ini juga termasuk tanaman yang merambat. Meski tumbuhnya agak melambat.

Daunnya berwarna hijau, panjang dan berombak pada bagian tepi dengan tulang daun agak kemerahan. Dan daun tanaman ini lebar.

banner
Previous Post
Next Post

1 komentar:

  1. Philodendron memang sangat indah. Saya juga ada di taman, belum sempet dibudidayakan sih.
    Yang paling saya suka dari Philodendron itu bentuk daunnya, terutama jenis selloum.
    salam dari sparklepush.com | Keindahan Tanaman Hias Philodendron yang Menghijaukan Halaman

    BalasHapus