Jumat, 07 Oktober 2016

Tips Sukses Budidaya Bonsai Pinus


Bonsai Pinus adalah tanaman hias yang berasal dari Pinus atau tusam, yaitu sekelompok tumbuhan yang semuanya tergabung dalam marga Pinus.

Di Indonesia sendiri tanaman pinus ini biasanya ditujukan pada tusam sumatra atau Pinus merkusii.

sering juga tanaman ini disebut dengan Damar Bunga yang sekarang mulai dibudidayakan menjadi Bonsai Pinus.

Adapun sebutan tumbuhan ini di negara - negara lain adalah; Mindoro Pinus, Tapulau (Filipina), Anak-haang-maa (Thailand), Thoong I Hai (Vietnam).

Ciri – ciri Morfologi Tanaman Pinus


Pinus adalah tanaman perdu yang pertumbuhannya bisa mencapai tinggi 10 – 40 meter dan tumbuh pada ketinggian 300 sampai 1.800 meter di atas permukaan laut.

Tanaman ini memiliki struktur akar tunggang yang kuat, bercabang dan berwarna cokelat.
Bentuk batang pohonnya membulat dan seperti sebuah kerucut yang dibagian pangkal pohonnya berukuran besar dan semakin kecil sampai di ujung atas atau tegak lurus.

Permukaan kulit batangnya retak – retak dan berwarna kecokelatan. Daun pinus merupakan daun majemuk.

Panjang daunnya sekitar 10 -20 cm, daun pinus berbentuk jarum dan terdapat sisik berupa selaput tipis pada bagian pangkal daunnya.

Pohon pinus juga mempunyai bunga berwarna kuning dan warna ini akan berubah cokelat seiring bertambah tua.

Selain itu pinus juga pohon berbuah, buah pinus berbentuk kerucut, dengan panjang 5 – 10 cm dan lebar kira – kira 2 – 4 cm.

Buah tersebut mempunyai bijih berbentuk pipih yang umumnya berwarna putih kekuningan.

Teknik Membuat Bonsai Pinus

Karena pinus memiliki banyak keunikan dan keindahan, maka tanaman ini sekarang menjadi salah satu pilihan bagi para pencinta tanaman hias untuk dibudidayakan sebagai Bonsai Pinus yang eksotik.

Ada beberapa tahapan proses yang harus anda lakukan jika ingin membudidayakan tanaman ini menjadi salah satu koleksi bonsai di rumah anda.

Persiapan Bakalan Pinus

Untuk bakalan bonsai pinus ini, anda bisa mendapatkannya dengan mudah di tempat budidaya atau tempat penjualan bibit tanaman pinus.

Setelah anda mendapatkan bakalan yang cocok sesuai selera anda, maka selanjutnya persiapkan media tanam untuk bonsai.

Untuk media tanam yang bagus untuk bonsai pinus adalah sebagai berikut;

-       3 bg pasir dengan ukuran 1 – 2 mm
-       1 bg tanah yang telah digemburkan dan tidak boleh menggunakan tanah liat.
-       1 bg humus atau kompos atau pupuk kandang.

Semua bahan tersebut kemudian dicampur rata, setelah itu baru bakalan pinus ditanam.

Tahapan Setelah Penanaman

Setelah bakalan bonsai pinus ditanam dalam pot, selanjutnya ikatkan batang pinus dengan erat pada pot agar tidak mudah goyah.

Karena masa awal penanaman bakalan pinus merupakan masa dimana akar pinus belum menyatu dengan media barunya sehingga belum berfungsi dengan normal.

Setelah diikat maka letakkan bonsai pada tempat yang teduh namun tetap terkena sinar matahari secara tidak langsung.

Lakukan juga penyiraman sampai airnya keluar dari lubang dibawah pot. Penyiraman ini berpengaruh pada bentuk daun.

 Intensitas penyiraman sebaiknya sesedikit mungkin. Lakukan proses ini selama kurang lebih 2 minggu.

Biasanya setelah jangka waktu 2 minggu, maka pohon akan terlihat mulai tumbuh, baik tunas maupun daunnya.

Jika sudah demikian, saatnya tanaman ini untuk terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lebih lama.

Tips Perawatan

Satu hal penting agar bonsai pinus yang anda budidayakan berhasil membentuk bonsai yang indah adalah perawatannnya.

Maka salah satu jenis perawatan yang wajib dilakukan adalah pemangkasan. 

Pemangkasan ini bertujuan agar bentuk daun yang dihasilkan bisa jauh lebih kecil dari ukuran normalnya.

Pemangkasan yang dimaksud bukan hanya menggunting daun, tetapi juga melakukan pemotongan cabang serta ranting agar daun bonsai menjadi kecil.

Berikut ini beberapa tips memangkas daun bonsai pinus;





-       Pemangkasan tidak menghabiskan semua cabang dan ranting tetapi cuma sampai panjang cabang dan ranting yang tersisa 3 – 4 helai daun.

Karena jika sampai dipangkas habis maka akan mengakibatkan bonsai mati.

-       Pemangkasan hendaknya hanya dilakukan pada cang dan ranting yang tua dan warnanya tidak hijau lagi serta daun yang telah berukuran besar.

-       Pemangkasan bonsai pinus sebaiknya hanya dilakukan 2 kali dalam setahun

-       Hendaknya penyiraman dilakukan sesedikit mungkin agar proses penguapan lebih sedikit dan akhirnya memaksa daun menyesuaikan keadaan tersebut.

Penyesuaian ini pada akhirnya akan membuat ukuran daun bonsai pinus menjadi lebih kecil.

-       Sebaiknya gunakan juga media tanam pasir yang memiliki ukuran 3 mm agar mengurangi penyerapan air didalamnya.

-       Selanjutnya tempatkan bonsai pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.



Terakhir, untuk menjaga agar bonsai pinus tersebut terhindar dari hama dan penyakit maka lakukan pencegahan melalui penyemprotan secara berkala dengan menggunakan obat anti hama maupun anti jamur.

Sekianlah pembahasan mengenai bonsai pinus kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk anda para pembaca semuanya,,,









banner
Previous Post
First

0 komentar: