Bagi para emak-emak (termasuk emak gue), tentu sudah sangat familiar sekali dengan jenis tanaman yang sering dijadikan bahan bumbu masakan yang satu ini.
Kamis, 23 Agustus 2018
Rabu, 26 Oktober 2016
Selasa, 25 Oktober 2016
12 Manfaat Pengobatan Herba Dalam Tanaman Ceguk
Tanaman
Ceguk (Quisqualis indica L),
yang juga memiliki nama sinonim antara
lain; Quisqualis ebracteata Beauv, Q. longiflora Presl, Q. grandiflora Miq, Q.
sinensis Lindl, Q. loureiri Don, Q. pubescens Burm, Q. villosa Roxb.
Nama daerah:
dani, udani, wudani (Sumatera/melayu). Bidani, kacekluk, kaceklik, ceguk,
cekluk, wedani, rabbet dani, kunyi-rhabet, rhabet besi, sarandengan (Jawa).
Tikao (Sulawesi).
Nama Asing :
shi jun zi (C), Rangoon creeper, Rangoon jasmine, Burma Creeper, Chinese
honeysuckle, liane vermifuge, akar Pontianak, akar suloh, belimbing hutan
(Malaysia), su quan, qua gium, day gium, qua nac, tangolan, niogniogan.
Sedangkan
nama simplisia tanaman ceguk adalah Quisqualis Fructus (buah ceguk).
Deskripsi Tumbuhan
Tanaman
ceguk tumbuh liar di hutan dan di lading, yang kadang-kadang ditanam sebagai
tanaman hias atau tanaman obat.
Tanaman ini
asalnya dari Myanmar dan dapat ditemukan sampai ketinggian 600 meter diatas
permukaan laut.
Tanaman ini
termasuk tanaman perdu yang merambat atau memanjat dengan panjang sampai
sekitar 2-8 meter.
Memiliki
batang berkayu, bercabang-cabang dengan cabang muda berwarna hijau dan berduri.
Tangkai dan daun muda ditumbuhi rambut halus berwarna cokelat kuning.
Daun
tunggal, letaknya jorong dan berujung runcing dengan pangkal membulat, tepi
rata, tulang daun menyirip, dan berwarna hijau. Panjangnya 5-18,5 cm dengan
lebar 2,5-9 cm.
Tanaman
ceguk memiliki bunga majemuk dan tersusun dalam bulir yang keluar dari ujung
tangkainya.
Bunganya
bertangkai panjang dengan 5 helai mahkota bunga yang warnanya dapat berubah
dari putih kemerahan menjadi merah keunguan. Bunga berbau harum.
Memiliki
buah bersegi lima yang berbentuk memanjang dengan ujung dan pangkal menyempit,
panjangnya 2-3 cm serta memiliki rasa seperti kelapa.
Sifat dan Khasiat
Rasa buah
ceguk manis, bersifat hangat, astringen, beracun (toksik). Simplisia ini masuk
meridian limpa dan lambung, serta berkhasiat menyehatkan limpa, membunum
parasit,
Mematikan
cacing usus (anthelmintik), dan juga menormalkan fungsi pencernaan. Sedangkan
bagian daunnya berkhasiat peluruh dahak.
Kandungan Kimia
Buah ceguk
yang masak mengandung quisqualis acid, succinic acid, trigonelline, pyridine,
potassium quisqualate, phytosterol, glucosaZON, Pentosan, histidine, serine dan
mineral.
Kulit buah
dan daun juga mengandung potassium quisqualate. Bijinya mengandung 25% minyak
lemak yang terdiri dari oleic, myristic, palmitic, stearic, dan linoleic acid,
gum dan resin.
Bagian bunga
mengandung cyanidine monoglicoside. Sedangkan pada daun dan tangkainya
mengandung tannin, saponin, sulfur, kalsium oksalat, lemak, peroksidase, dan
juga protein.
Bagian Tanaman Yang Digunakan
Bagian utama
yang digunakan biasanya adalah buah,
buah yang telah masak dijemur untuk disimpan.
Akar dan
daun dapat juga dijadikan obat. Bahkan diluar negeri tanaman ini sudah dibuat
tablet dan sirup.
Indikasi Tanaman
Bagian buah
ceguk digunakan untuk mengatasi penyakit seperti:
Ø Cacingan (cacing gelang dan juga
cacing keremi)
Ø Trichomonas di usus
Ø Anak-anak yang kekurangan berat badan
Ø Gangguan pencernaan pada anak
Ø Perut kembung pada disentri, diare
Ø Radang ginjal (nephritis)
Bagian daun
digunakan untuk;
Ø Batuk berdahak
Ø Sakit kepala
Sedangkan
bagian akar digunakan untuk;
Ø Batuk
Ø Kecikutan
Ø Meringankan gejala pegal linu, dan
Ø Rasa penuh dilambung
Cara Pemakaian
Untuk jenis
obat yang diminum, rebus buah kering 3-9 gram, atau bisa juga buah segar 10-15
gram, atau rebus daun segar (30-60 gram), atau akar (6-10 gram).
Untuk
pemakaian luar, giling buah hingga halus, lalu tambahkan minyak kelapa sambil
diaduk rata. Balurkan pada penyakit kulit yang disebabkan parasit atau jamur.
Atau dengan
menggiling daun segar sampai halus, lalu peras. Kemudian airnya digunakan untuk
mengompres bisul, borok, kurap, atau meredakan demam.
Efek Farmakologis dan Hasil
Penelitian
Pada
percobaan binatang, ekstrak buah ceguk berkhasiat antitumor.
Quisqualic
acid berkhasiat ascaricidal dan bekerja kompetitif dengan glutamic acid pada
reseptor metabotropic glutamate.
Contoh Pemakaian
Ø Infeksi cacing keremi (Oxyuriasis)
Gongseng buah ceguk sampai matang. Kunyah ½ jam sebelum makan, lalu
telan. Anak kecil mengunyah 3-15 buah sehari, sedangkan orang dewasa 15-30 buah
yang di bagi untuk tiga kali makan.
Lakukan setiap hari selama 15 hari (1 kur). Setelah satu bulan, makan satu
kur lagi.
Ø Infeksi cacing gelang (Ascariasis)
(1) Anak-anak: makan buah ceguk yang
sudah digerus 3-5 buah
(2) Potong akar sebesar dua jari.
Tambahkan sedikit gula jawa, lalu rebus dengan dua cangkir air sampai tersisa
satu cangkir. Dan setelah dingin minum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.
Ø Infeksi cacing tambang
(Ankylostomiasis)
Bersihkan buah ceguk (50 buah), lalu giling halus. Seduh dengan air panas
sebanyak ½ cangkir dan tambahkan madu satu sendok makan selagi hangat. Aduk
rata dan minum sekaligus sebelum tidur.
Ø Sakit Kepala
Daun ceguk digiling halus, kemudian tempelkan pada pelipis sebagai tapal.
Efek Samping
-
Jangan
diminum dengan teh panas karena dapat menambah efek samping obat, terutama menyebabkan cegukan (kecikutan, tersedu).
-
Kelebihan
dosis bisa menimbulkan rasa pening, mual, muntah, cegukan, sakit perut, dan
diare. Namuan gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
10 Manfaat Herba Alami Dari Tanaman Calincing
Tanaman Calincing memiliki nama ilmiah Oxalis corniculata L. Nama sinonim lainnya antara lain; Oxalis
acetosella Blanco, O. corniculata Miq, O javanica Bi, dan O. Repens Thunb.
Nama asing tanaman calincing adalah; Cu jiang cao (China),
India sorrel (India), taingang daga dan juga susocoyili (Tag).
Sedang di Indonesia tanaman ini dikenal dengan berbagai macam
sebutan, diantaranya adalah daun asam kecil/ lela (Aceh), Semanggi (Pb), di
Jawa disebut dengan calingcing, rempi, semanggen, semanggi gunung dan juga
cembicenan.
Dan di daerah Maluku disebut dengan mala-mala. Untuk nama
simplisianya sendiri adalah Oxalidis
corniculatae Herba (herba calincing).
Rabu, 12 Oktober 2016
Inilah Kandungan dan Khasiat Menakjubkan dari Pohon Asam atau Asam Jawa
![]() |
| Buah Asam Kawak/ Asam Jawa |
Asam (Tamarindus indica) merupakan tumbuhan yang berasal dari suku Caesalpiniaceae (Leguminosae).
Tanaman ini juga disebut dengan Tamarindus indicus. Sedangkan nama simplisia untuk jenis tanaman ini adalah Tamarindi Fruktus (buah asam) dan juga Tamarindori Pulpa cruda (asam kawak).
Selasa, 11 Oktober 2016
Ajaib !!! Inilah Beberapa Manfaat Apu-Apu Untuk Kesehatan Tubuh
![]() |
| Apu-apu |
Apu - apu atau Pistia stratiotes L, merupakan suku tumbuhan dari Araceae dengan nama simplisia ; Pistiae stratioter Herba yang biasa kita jumpai disungai-sungai.
Nama lain dari tanaman ini antara lain; Pistia crispata Blume, P. Minor Blume, A. cuneata Engl., dan zala asiatica Lour. Untuk nama asing buat apu-apu adalah; water lettuce, tropical duck weed, quiapo, kiapo, apon, apong - apong.
Wooow,,,,Terdapat Manfaat Ajaib Tanaman Andong Untuk Kesehatan !!!
Andong atau Cordyline
Fruticosa adalah jenis tanaman dari suku Liliaceae.
Nama lain dari tanaman ini
yaitu Cordyline Fruticosa Backer, C. terminalis Planch., C. terminalis (L) Kunth., Asparagus terminalis L., Dracaena terminalis Rich., Taetsia fruticosa Merr., Convallaria fruticosa L.
Dan nama simplisia tanaman
ini adalah Cordylinae Folium (daun
andong).
Tanaman andong juga memiliki
nama daerah yang cukup beragam seperti Melayu; andong, juwang.
Sumatra; bak juang, lak-lak
(Ac), kalinjuhang, linjuang, katunggal (Bt), anjiluang, linjuang (Mk),
anderuang (Lp), renjuwang, sabang, sawang (Dy).
Jawa; hanjuang (Sunda),
andong, ending (jawa), kayu urip (Madura). Nusa tenggara; andong, ending,
hendwang (Bali).
Kalimantan; renjuang, sabang
(Dayak). Sulawesi; tabonggo (Gr), panili, siri (Ms), panyaureng, siri (Bg).
Maluku; ai buru (sr), weluga, wersingi, werusisi (Ab), pitoka (am). Irian;
katopari, ngasi, jasir.
Nama asing tanaman ini
adalah Tie shu (C), sagilala, tongkod Obispo, tongkod pare (Phil).
Morfologi
Tanaman Andong
Tanaman yang termasuk suku
bawang – bawangan ini biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman,
atau kuburan.
Biasa juga dipakai sebagai
tanaman pagar atau pembatas di perkebunan the karena warnanya yang merah
mencolok.
Rumphius menyebutnya
terminalis, yang berarti perdu batang. Andong berasal dari Asia Timur dan bisa
ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.900 m dpl.
Perdu tegak dengan tinggi 2
– 4 m, jarang bercabang, batang bulat, keras, bekas daun rontok berbentuk cincin.
Daun tunggal dengan warna
merah kecokelatan. Tapi, ada juga yang berwarna hijau. Letak daun tersebar pada
batang, terutama berkumpul diujung batang dengan letak berjejal dan tersusun
spiral membentuk roset batang.
Helaian daun panjang
berbentuk lanset dengan panjang 20 – 60 cm dan lebar 5 – 13 cm.
Ujung dan pangkalnya
runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, dan tangkai daunnya berbentuk talang.
Bunga majemuk berbentuk
malai, keluar dari ketiak daun, panjang sekitar 30 cm, berwarna dadu, hijau
keunguan, atau kuning muda.
![]() |
| Andong |
Buah buni berbentuk seperti
bola dengan warna merah mengilap. Biji hitam mengilap.
Daun muda yang berwarna
hijau bisa dimakan sebagai sayuran. Bila menanak nasi dengan bungkusan daun
andong yang tua akan memberikan rasa sedap.
Perbanyakan tanaman ini dengan stek
atau pemisahan tunas.
Sifat
dan Khasiat Tanaman Andong
Rasa andong manis, tawar,
dan bersifat sejuk. Berkhasiat sebagai penyejuk darah, menghentikan pendarahan
(hemostatis), dan menghancurkan darah beku pada memar.
Kandungan
Kimia Andong
Daun andong mengandung
saponin, tannin, flavonoid, polifenol, steroida, polisakarida, kilsium oksalat,
dan zat besi.
Bagian
Yang Digunakan
Bagian yang digunakan adalah
daun, bunga dan akar juga berkhasiat obat. Gunakan simplisia segar atau yang
telah dikeringkan.
Indikasi;
Daun andong digunakan untuk
pengobatan:
- TB paru disertai batuk darah
- Keluar bercak darah sewaktu hamil
(kemungkinan keguguran), darah haid banyak (menorrhagia), urine berdarah
(hematuria), wasir berdarah, luka berdarah.
- Diare, disentri (berak darah, mulas)
- Nyeri lambung dan ulu hati.
Cara
Pemakaian;
Untuk obat yang diminum,
rebus daun (15 – 30g), bunga kering (9 – 15 g), atau akar (6 – 10 g).
Untuk obat luar, cuci daun
andong segar secukupnya, potong – potong, tambah 1 g garam. Giling halus sampai
lumat. Tempelkan pada luka dan balut.
Contoh
Pemakaian
Untuk Urine berdarah, batuk
darah, darah haid banyak; caranya dengan merebus daun andong segar ( 60 – 100
g) atau akar kering ( 30 – 60 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu
gelas.
Setelah dingi, saring dan bagi dua sama banyak lalu minum pagi dan sore.
Diare dan disentri; caranya
dengan merebus daun andong segar ( 60 – 100 g) atau bunga andong kering (10-15
g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas.
Setelah dingin, saring dan
bagi tiga sama banyak. Minum pada pagi, siang, dan malam hari.
Wasir; cuci daun andong (3
helai) dan daun wungu (7 helai) segar, potong – potong. Rebus bahan dengan tiga
gelas air sampai tersisa satu gelas.
Setelah dingin, saring dan minum. Lakukan
setiap hari sampai gejala hilang.
Sengatan Binatang Berbisa ;
giling halus daun andong segar, lalu panaskan di atas api. Selagi hangat,
turapkan pada bagian tubuh yang tersengat binatang berbisa, lalu balut. Gantu 2
– 3 kali dalam sehari.
Radang Gusi ; kikis kulit
kayu andong secukupnya. Tambahkan garam sedikit sambil diaduk rata lalu oleskan
pada gusi yang meradang.
dr. Setiawan Dalimartha
dalam: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia
Jilid 4, Puspa Swara: Jakarta, 2006
Artikel terkait:
Senin, 10 Oktober 2016
Sejuta Kandungan dan Manfaat Kesehatan dalam Tumbuhan Alang- Alang
Alang – alang atau yang
bernama latin Imperata cylindrical juga
mempunyai nama sinonim I. arundinacea
Cyrillo, Lagurus cyilindricus L,
dan Saccharum cylindricum Lamk.
Nama
Asing; Bai mao gen (China), lalang grass, white cotton grass,
dan woolly grass (Inggris).
Nama
daerahnya; naleueng lakoe (aceh), hilalang, ilalang,alang-alang
dan kambengan (Jawa), halalang (Kalimantan), ambengan (Bali), dan gumbor,
ruren, metawe (Papua) serta banyak nama – nama daerah yang lain.
Nama
Simplisia : Imperatae Rhizoma (rimpang alang – alang)
Fisiologi Tumbuhan:
Alang- alang tumbuh liar di
hutan, lading, lapangan rumput, dan tepi jalan pada daerah kering yang mendapat
sinar matahari.
Tanaman yang mudah menjadi
banyak ini bisa ditemukan pada ketinggian 1 – 2.700 m diatas permukaan laut
(dpl).
Tumbuhan ini tumbuh tegak
dengan ketinggian 30 - 180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut
jarang.
Daun tanaman ini berbentu
pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun
hijau, panjangnya 12-80 cm dan lebar 5-18 mm.
Perbungaan berupa bulir
majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. panjang bulir sekitar 3 mm,
berwarna putih, agak menguncup serta mudah diterbangkan angin.
Pada satu tangkai terdapat
dua bulir bersusun. Yang terletak diatas adalah bunga sempurna, sedang yang
dibawah adalah bunga mandul.
Pada pangkal bulir terdapat
rambut halur yang panjang dan padat berwarna putih. Biji jorong dengan panjang
sekitar satu mm berwarna cokelat tua.
Akar kaku, berbuku-buku, dan
menjalar. Tunas muda bisa dimakan dan bermanfaat bagi anak – anak.
Sifat
dan Khasiat Alang-Alang
Rasa akar alang-alang manis,
bersifat sejuk. Masuk meridian paru-paru, lambung, dan kandung kemih. Simplisia
ini berkhasiat tonik, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretic),
menyejukkan darah untuk menghentikan pendarahan (hemostatik).
Menghilangkan haus dan tunas
muda berkhasiat peluruh kencing (diuretik).
Kandungan
Kimia Alang-Alang
Bagian akar dan batang
alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citrit acit,
coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imperanene,
stigmasterol, campesterol, B-Sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol,
isoarborinol, simiarenol, anemonin, dan tannin.
Efek
Farmakologis dan Hasil Penelitian Tentang Kandungan Alang-Alang
- Kandungan zat cylindrene (sesquiterpenes)
menghambat kontraksi otot polos pembuluh darah ( Matsunaga K. et al., (1994) J.
Nat. Prod., 57 (8) : 1183 – 1184).
- Cylidol A menghambat 5-lipo-oxygenase (
Matsunaga K. et al., (1994) J. Nat. Prod., 57 (9) : 1290 – 1293).
- Graminone B (lignan) menghambat kontraksi
aorta kelinci ( Matsunaga K. et al., (1994) J. Nat. Prod., 58 (1) : 138 – 139).
- Imperanene (senyawa fenol) menghambat
agregasi trombosit ( Matsunaga K. et al., (1995) J. Nat. Prod., 58 (1) : 138 –
139).
-
Ekstrak air dari akar alang-alang mengandung
sejumlah polisakarida yang meningkatkan proliferasi murine splenocytes.
Bagian
Alang-Alang yang Bisa Digunakan
Bagian alang-alang yang bisa
dimanfaatkan untuk kesehatan adalah Akar (rimpang), tunas muda dan bunga juga
bisa digunakan untuk pengobatan.
Indikasi
:
Akar alang-alang digunakan
untuk pengobatan:
- Bengkak (edem) karena radang ginjal akut,
infeksi saluran kencing.
Kencing sedikit,
- Bengkak karena benturan (memar)
- Pendarahan akibat panasnya darah (blood-heat)
seperti mimisan (epitaksis), muntah darah, batuk darah, urine berdarah.
- Wasir (homoroid)
- Demam disertai haus, batuk, flu,sesak
- Tekanan darah tinggi (hipertensi), dan
- Sakit kuning (jaundice)
Sedangkan
bagian bunganya digunakan untuk mengatasi:
- Batuk darah dan mimisan akibat penyakit paru.
Cara
Pemakaian
Untuk obat yang diminum,
rebus akar alang-alang kering (15 – 30 g), bila menggunakan yang segar,
jumlahnya 30 sampai 60 g bunga (5- 10 mg), dan tunas muda (5-10 g).
Bisa juga akar segar
ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.
Untuk pemakaian luar, bulir
bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan
ke hidung untuk menghentikan perdarahan.
Contoh
Pemakaian
- Muntah Darah
Cuci
akar alang-alang segar (30-60 g), lalu potong – potong. Rebus dengan tiga gelas
air sampai tersisa satu gelas. Minum setelah dingin dan lakukan 2 – 3 kali
sehari.
- Mimisan
Cuci
akar alang-alang segar, lalu potong-potong. Tumbuk dan peras sampai airnya
terkumpul 100 cc lalu minum. Atau rebus akar alang-alang segar (30 g) dengan
tiga gelas air sampai tersisa satu gelas lalu minum setelah dingin.
- Urine Berdarah
Rebus
akar alang-alang segar (100 g) dengan dua liter air sampai tersisa separo. Lalu
minum airnya sebagai teh.
- Kencing Nanah
Rebus
akar segar (300 g) dengan dua liter air sampai tersisa 1.200 cc. tambahkan gula
batu secukupnya lalu dibagi untuk tiga kali minum.
- Hepatitis Akut Menular
Rebus
akar alang-alang kering (60 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas.
Kemudian dibagi untuk dua kali minum. Lakukan selama sepuluh hari untuk satu
kur.
- Rasa Haus pada Penyakit Campak
Rebus
akar alang-alang segar ( 30 g) dengan air secukupnya. Setelah dingin, minum
seperti teh.
- Radang Ginjal Akut
Cuci
akar alang-alang ( 60- 120 g ), daun kumis kucing ( 30 g ), daun sendok ( 30 g
), dan daun sambiloto ( 40 g ), lalu potong – potong. Kemudian rebus dengan
lima gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin, bagi dua sama banyak
untuk diminum pada pagi dan sore hari.
Catatan
:
- Tanaman alang-alang sudah dibuat obat paten
- Untuk para penderita dengan lambung lemah dan
banyak kencing dilarang minum rebusan akar alang-alang.














