Rabu, 26 Oktober 2016

Selasa, 25 Oktober 2016

12 Manfaat Pengobatan Herba Dalam Tanaman Ceguk

Tanaman Ceguk/ Quisqualis Indica L

Tanaman Ceguk (Quisqualis indica L), yang  juga memiliki nama sinonim antara lain; Quisqualis ebracteata Beauv, Q. longiflora Presl, Q. grandiflora Miq, Q. sinensis Lindl, Q. loureiri Don, Q. pubescens Burm, Q. villosa Roxb.

Nama daerah: dani, udani, wudani (Sumatera/melayu). Bidani, kacekluk, kaceklik, ceguk, cekluk, wedani, rabbet dani, kunyi-rhabet, rhabet besi, sarandengan (Jawa). Tikao (Sulawesi).

Nama Asing : shi jun zi (C), Rangoon creeper, Rangoon jasmine, Burma Creeper, Chinese honeysuckle, liane vermifuge, akar Pontianak, akar suloh, belimbing hutan (Malaysia), su quan, qua gium, day gium, qua nac, tangolan, niogniogan.

Sedangkan nama simplisia tanaman ceguk adalah Quisqualis Fructus (buah ceguk).

Deskripsi Tumbuhan

Tanaman ceguk tumbuh liar di hutan dan di lading, yang kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat.

Ceguk

Tanaman ini asalnya dari Myanmar dan dapat ditemukan sampai ketinggian 600 meter diatas permukaan laut.

Tanaman ini termasuk tanaman perdu yang merambat atau memanjat dengan panjang sampai sekitar 2-8 meter.

Memiliki batang berkayu, bercabang-cabang dengan cabang muda berwarna hijau dan berduri. Tangkai dan daun muda ditumbuhi rambut halus berwarna cokelat kuning.

Daun tunggal, letaknya jorong dan berujung runcing dengan pangkal membulat, tepi rata, tulang daun menyirip, dan berwarna hijau. Panjangnya 5-18,5 cm dengan lebar 2,5-9 cm.

Tanaman ceguk memiliki bunga majemuk dan tersusun dalam bulir yang keluar dari ujung tangkainya.

Bunganya bertangkai panjang dengan 5 helai mahkota bunga yang warnanya dapat berubah dari putih kemerahan menjadi merah keunguan. Bunga berbau harum.

Memiliki buah bersegi lima yang berbentuk memanjang dengan ujung dan pangkal menyempit, panjangnya 2-3 cm serta memiliki rasa seperti kelapa.

Sifat dan Khasiat

Rasa buah ceguk manis, bersifat hangat, astringen, beracun (toksik). Simplisia ini masuk meridian limpa dan lambung, serta berkhasiat menyehatkan limpa, membunum parasit,

Mematikan cacing usus (anthelmintik), dan juga menormalkan fungsi pencernaan. Sedangkan bagian daunnya berkhasiat peluruh dahak.

Kandungan Kimia

Buah ceguk yang masak mengandung quisqualis acid, succinic acid, trigonelline, pyridine, potassium quisqualate, phytosterol, glucosaZON, Pentosan, histidine, serine dan mineral.

Kulit buah dan daun juga mengandung potassium quisqualate. Bijinya mengandung 25% minyak lemak yang terdiri dari oleic, myristic, palmitic, stearic, dan linoleic acid, gum dan resin.

Bagian bunga mengandung cyanidine monoglicoside. Sedangkan pada daun dan tangkainya mengandung tannin, saponin, sulfur, kalsium oksalat, lemak, peroksidase, dan juga protein.

Bagian Tanaman Yang Digunakan

Bagian utama yang digunakan  biasanya adalah buah, buah yang telah masak dijemur untuk disimpan.

Tanaman Ceguk


Akar dan daun dapat juga dijadikan obat. Bahkan diluar negeri tanaman ini sudah dibuat tablet dan sirup.

Indikasi Tanaman

Bagian buah ceguk digunakan untuk mengatasi penyakit seperti:

Ø     Cacingan (cacing gelang dan juga cacing keremi)
Ø     Trichomonas di usus
Ø     Anak-anak yang kekurangan berat badan
Ø     Gangguan pencernaan pada anak
Ø     Perut kembung pada disentri, diare
Ø     Radang ginjal (nephritis)

Bagian daun digunakan untuk;

Ø     Batuk berdahak
Ø     Sakit kepala

Sedangkan bagian akar digunakan untuk;

Ø     Batuk
Ø     Kecikutan
Ø     Meringankan gejala pegal linu, dan
Ø     Rasa penuh dilambung

Cara Pemakaian

Untuk jenis obat yang diminum, rebus buah kering 3-9 gram, atau bisa juga buah segar 10-15 gram, atau rebus daun segar (30-60 gram), atau akar (6-10 gram).

Untuk pemakaian luar, giling buah hingga halus, lalu tambahkan minyak kelapa sambil diaduk rata. Balurkan pada penyakit kulit yang disebabkan parasit atau jamur.

Atau dengan menggiling daun segar sampai halus, lalu peras. Kemudian airnya digunakan untuk mengompres bisul, borok, kurap, atau meredakan demam.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Pada percobaan binatang, ekstrak buah ceguk berkhasiat antitumor.

Quisqualic acid berkhasiat ascaricidal dan bekerja kompetitif dengan glutamic acid pada reseptor metabotropic glutamate.

Contoh Pemakaian

Ø      Infeksi cacing keremi (Oxyuriasis)

Gongseng buah ceguk sampai matang. Kunyah ½ jam sebelum makan, lalu telan. Anak kecil mengunyah 3-15 buah sehari, sedangkan orang dewasa 15-30 buah yang di bagi untuk tiga kali makan.

Lakukan setiap hari selama 15 hari (1 kur). Setelah satu bulan, makan satu kur lagi.

Ø      Infeksi cacing gelang (Ascariasis)

(1)   Anak-anak: makan buah ceguk yang sudah digerus 3-5 buah

(2)   Potong akar sebesar dua jari. Tambahkan sedikit gula jawa, lalu rebus dengan dua cangkir air sampai tersisa satu cangkir. Dan setelah dingin minum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

Ø      Infeksi cacing tambang (Ankylostomiasis)

Bersihkan buah ceguk (50 buah), lalu giling halus. Seduh dengan air panas sebanyak ½ cangkir dan tambahkan madu satu sendok makan selagi hangat. Aduk rata dan minum sekaligus sebelum tidur.

Ø      Sakit Kepala

Daun ceguk digiling halus, kemudian tempelkan pada pelipis sebagai tapal.

Efek Samping

-          Jangan diminum dengan teh panas karena dapat menambah efek samping obat, terutama     menyebabkan cegukan (kecikutan, tersedu).

-          Kelebihan dosis bisa menimbulkan rasa pening, mual, muntah, cegukan, sakit perut, dan diare.     Namuan gejala ini akan hilang dengan sendirinya.



10 Manfaat Herba Alami Dari Tanaman Calincing


Tanaman Calincing memiliki nama ilmiah Oxalis corniculata L. Nama sinonim lainnya antara lain; Oxalis acetosella Blanco, O. corniculata Miq, O javanica Bi, dan O. Repens Thunb.


Tanaman Calincing

Nama asing tanaman calincing adalah; Cu jiang cao (China), India sorrel (India), taingang daga dan juga susocoyili (Tag).

Sedang di Indonesia tanaman ini dikenal dengan berbagai macam sebutan, diantaranya adalah daun asam kecil/ lela (Aceh), Semanggi (Pb), di Jawa disebut dengan calingcing, rempi, semanggen, semanggi gunung dan juga cembicenan.

Dan di daerah Maluku disebut dengan mala-mala. Untuk nama simplisianya sendiri adalah Oxalidis corniculatae Herba (herba calincing).

Rabu, 12 Oktober 2016

Inilah Kandungan dan Khasiat Menakjubkan dari Pohon Asam atau Asam Jawa



Manfaat pohon asam
Buah Asam Kawak/ Asam Jawa


Asam (Tamarindus indica) merupakan tumbuhan yang berasal dari suku Caesalpiniaceae (Leguminosae). 

Tanaman ini juga disebut dengan Tamarindus indicus. Sedangkan nama simplisia untuk jenis tanaman ini adalah Tamarindi Fruktus (buah asam) dan juga Tamarindori Pulpa cruda (asam kawak).

Selasa, 11 Oktober 2016

Ajaib !!! Inilah Beberapa Manfaat Apu-Apu Untuk Kesehatan Tubuh


Manfaat Apu-apu
Apu-apu


Apu - apu atau Pistia stratiotes L, merupakan suku tumbuhan dari Araceae dengan nama simplisia ; Pistiae stratioter Herba yang biasa kita jumpai disungai-sungai.

 Nama lain dari tanaman ini antara lain; Pistia crispata Blume, P. Minor Blume, A. cuneata Engl., dan zala asiatica Lour. Untuk nama asing buat apu-apu adalah; water lettuce, tropical duck weed, quiapo, kiapo, apon, apong - apong.

Wooow,,,,Terdapat Manfaat Ajaib Tanaman Andong Untuk Kesehatan !!!



Manfaat Tanaman Andong



Andong atau Cordyline Fruticosa adalah jenis tanaman dari suku Liliaceae.

Nama lain dari tanaman ini yaitu Cordyline Fruticosa Backer, C. terminalis Planch., C. terminalis (L) Kunth., Asparagus terminalis L., Dracaena terminalis Rich., Taetsia fruticosa Merr., Convallaria fruticosa L.

Dan nama simplisia tanaman ini adalah Cordylinae Folium (daun andong).

Tanaman andong juga memiliki nama daerah yang cukup beragam seperti Melayu; andong, juwang.

Sumatra; bak juang, lak-lak (Ac), kalinjuhang, linjuang, katunggal (Bt), anjiluang, linjuang (Mk), anderuang (Lp), renjuwang, sabang, sawang (Dy).

Jawa; hanjuang (Sunda), andong, ending (jawa), kayu urip (Madura). Nusa tenggara; andong, ending, hendwang (Bali).

Kalimantan; renjuang, sabang (Dayak). Sulawesi; tabonggo (Gr), panili, siri (Ms), panyaureng, siri (Bg). Maluku; ai buru (sr), weluga, wersingi, werusisi (Ab), pitoka (am). Irian; katopari, ngasi, jasir.

Nama asing tanaman ini adalah Tie shu (C), sagilala, tongkod Obispo, tongkod pare (Phil).

Morfologi Tanaman Andong

Tanaman yang termasuk suku bawang – bawangan ini biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman, atau kuburan.

Biasa juga dipakai sebagai tanaman pagar atau pembatas di perkebunan the karena warnanya yang merah mencolok.

Rumphius menyebutnya terminalis, yang berarti perdu batang. Andong berasal dari Asia Timur dan bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.900 m dpl.

Perdu tegak dengan tinggi 2 – 4 m, jarang bercabang, batang bulat, keras, bekas daun rontok berbentuk cincin.

Daun tunggal dengan warna merah kecokelatan. Tapi, ada juga yang berwarna hijau. Letak daun tersebar pada batang, terutama berkumpul diujung batang dengan letak berjejal dan tersusun spiral membentuk roset batang.

Helaian daun panjang berbentuk lanset dengan panjang 20 – 60 cm dan lebar 5 – 13 cm.
Ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, dan tangkai daunnya berbentuk talang.

Bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ketiak daun, panjang sekitar 30 cm, berwarna dadu, hijau keunguan, atau kuning muda.



Andong
Andong

Buah buni berbentuk seperti bola dengan warna merah mengilap. Biji hitam mengilap.

Daun muda yang berwarna hijau bisa dimakan sebagai sayuran. Bila menanak nasi dengan bungkusan daun andong yang tua akan memberikan rasa sedap.

 Perbanyakan tanaman ini dengan stek atau pemisahan tunas.

Sifat dan Khasiat Tanaman Andong

Rasa andong manis, tawar, dan bersifat sejuk. Berkhasiat sebagai penyejuk darah, menghentikan pendarahan (hemostatis), dan menghancurkan darah beku pada memar.

Kandungan Kimia Andong

Daun andong mengandung saponin, tannin, flavonoid, polifenol, steroida, polisakarida, kilsium oksalat, dan zat besi.

Bagian Yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah daun, bunga dan akar juga berkhasiat obat. Gunakan simplisia segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi;

Daun andong digunakan untuk pengobatan:

-          TB paru disertai batuk darah

-  Keluar bercak darah sewaktu hamil (kemungkinan keguguran), darah haid banyak (menorrhagia), urine berdarah (hematuria), wasir berdarah, luka berdarah.

-          Diare, disentri (berak darah, mulas)

-          Nyeri lambung dan ulu hati.

Cara Pemakaian;

Untuk obat yang diminum, rebus daun (15 – 30g), bunga kering (9 – 15 g), atau akar (6 – 10 g).

Untuk obat luar, cuci daun andong segar secukupnya, potong – potong, tambah 1 g garam. Giling halus sampai lumat. Tempelkan pada luka dan balut.

 Contoh Pemakaian

 Untuk Urine berdarah, batuk darah, darah haid banyak; caranya dengan merebus daun  andong segar ( 60 – 100 g) atau akar kering ( 30 – 60 g) dengan tiga gelas air sampai  tersisa satu gelas.

 Setelah dingi, saring dan bagi dua sama banyak lalu minum pagi dan sore.

Diare dan disentri; caranya dengan merebus daun andong segar ( 60 – 100 g) atau bunga andong kering (10-15 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. 

Setelah dingin, saring dan bagi tiga sama banyak. Minum pada pagi, siang, dan malam hari.

Wasir; cuci daun andong (3 helai) dan daun wungu (7 helai) segar, potong – potong. Rebus bahan dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. 


cara memanfaatkan andong



Setelah dingin, saring dan minum. Lakukan setiap hari sampai gejala hilang.

Sengatan Binatang Berbisa ; giling halus daun andong segar, lalu panaskan di atas api. Selagi hangat, turapkan pada bagian tubuh yang tersengat binatang berbisa, lalu balut. Gantu 2 – 3 kali dalam sehari.

Radang Gusi ; kikis kulit kayu andong secukupnya. Tambahkan garam sedikit sambil diaduk rata lalu oleskan pada gusi yang meradang.


dr. Setiawan Dalimartha dalam: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4, Puspa Swara: Jakarta, 2006


Artikel terkait:

Senin, 10 Oktober 2016

Sejuta Kandungan dan Manfaat Kesehatan dalam Tumbuhan Alang- Alang



Serumpunan alang-alang


 Alang – alang atau yang bernama latin Imperata cylindrical juga mempunyai nama sinonim  I. arundinacea Cyrillo, Lagurus cyilindricus L, dan Saccharum cylindricum Lamk.

 Nama Asing; Bai mao gen (China), lalang grass, white cotton grass, dan woolly grass  (Inggris).

Nama daerahnya; naleueng lakoe (aceh), hilalang, ilalang,alang-alang dan kambengan (Jawa), halalang (Kalimantan), ambengan (Bali), dan gumbor, ruren, metawe (Papua) serta banyak nama – nama daerah yang lain.

Nama Simplisia : Imperatae Rhizoma (rimpang alang – alang)

Fisiologi Tumbuhan:

Alang- alang tumbuh liar di hutan, lading, lapangan rumput, dan tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari.


Alang-alang


Tanaman yang mudah menjadi banyak ini bisa ditemukan pada ketinggian 1 – 2.700 m diatas permukaan laut (dpl).

Tumbuhan ini tumbuh tegak dengan ketinggian 30 - 180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang.

Daun tanaman ini berbentu pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjangnya 12-80 cm dan lebar 5-18 mm.

Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. panjang bulir sekitar 3 mm, berwarna putih, agak menguncup serta mudah diterbangkan angin.

Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun. Yang terletak diatas adalah bunga sempurna, sedang yang dibawah adalah bunga mandul.

Pada pangkal bulir terdapat rambut halur yang panjang dan padat berwarna putih. Biji jorong dengan panjang sekitar satu mm berwarna cokelat tua.

Akar kaku, berbuku-buku, dan menjalar. Tunas muda bisa dimakan dan bermanfaat bagi anak – anak.

Sifat dan Khasiat Alang-Alang


Manfaat Alang- Alang


Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk. Masuk meridian paru-paru, lambung, dan kandung kemih. Simplisia ini berkhasiat tonik, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretic), menyejukkan darah untuk menghentikan pendarahan (hemostatik).

Menghilangkan haus dan tunas muda berkhasiat peluruh kencing (diuretik).

Kandungan Kimia Alang-Alang

Bagian akar dan batang alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citrit acit, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, B-Sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin, dan tannin.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian Tentang Kandungan Alang-Alang

-     Kandungan zat cylindrene (sesquiterpenes) menghambat kontraksi otot polos pembuluh  darah ( Matsunaga K. et al., (1994) J. Nat. Prod., 57 (8) : 1183 – 1184).

-           Cylidol A menghambat 5-lipo-oxygenase ( Matsunaga K. et al., (1994) J. Nat. Prod., 57 (9) : 1290 – 1293).

-         Graminone B (lignan) menghambat kontraksi aorta kelinci ( Matsunaga K. et al., (1994) J.     Nat. Prod., 58 (1) : 138 – 139).

-          Imperanene (senyawa fenol) menghambat agregasi trombosit ( Matsunaga K. et al., (1995)    J. Nat. Prod., 58 (1) : 138 – 139).

-       Ekstrak air dari akar alang-alang mengandung sejumlah polisakarida yang meningkatkan    proliferasi murine splenocytes.

 Bagian Alang-Alang yang Bisa Digunakan


Akar alang-alang


Bagian alang-alang yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan adalah Akar (rimpang), tunas muda dan bunga juga bisa digunakan untuk pengobatan.

Indikasi :

Akar alang-alang digunakan untuk pengobatan:

-           Bengkak (edem) karena radang ginjal akut, infeksi saluran kencing.

       Kencing sedikit,

-           Bengkak karena benturan (memar)

-          Pendarahan akibat panasnya darah (blood-heat) seperti mimisan (epitaksis), muntah darah, batuk darah, urine berdarah.

-           Wasir (homoroid)

-          Demam disertai haus, batuk, flu,sesak

-          Tekanan darah tinggi (hipertensi), dan

-           Sakit kuning (jaundice)
    
       Sedangkan bagian bunganya digunakan untuk mengatasi:
-           Batuk darah dan mimisan akibat penyakit paru.

  Cara Pemakaian


Pemanfatan alang-alang


Untuk obat yang diminum, rebus akar alang-alang kering (15 – 30 g), bila menggunakan yang segar, jumlahnya 30 sampai 60 g bunga (5- 10 mg), dan tunas muda (5-10 g).

Bisa juga akar segar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.

Untuk pemakaian luar, bulir bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan.

Contoh Pemakaian

-         Muntah Darah

Cuci akar alang-alang segar (30-60 g), lalu potong – potong. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum setelah dingin dan lakukan 2 – 3 kali sehari.

-         Mimisan

Cuci akar alang-alang segar, lalu potong-potong. Tumbuk dan peras sampai airnya terkumpul 100 cc lalu minum. Atau rebus akar alang-alang segar (30 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas lalu minum setelah dingin.

-         Urine Berdarah

Rebus akar alang-alang segar (100 g) dengan dua liter air sampai tersisa separo. Lalu minum airnya sebagai teh.

-         Kencing Nanah

Rebus akar segar (300 g) dengan dua liter air sampai tersisa 1.200 cc. tambahkan gula batu secukupnya lalu dibagi untuk tiga kali minum.

-         Hepatitis Akut Menular

Rebus akar alang-alang kering (60 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Kemudian dibagi untuk dua kali minum. Lakukan selama sepuluh hari untuk satu kur.

-         Rasa Haus pada Penyakit Campak

Rebus akar alang-alang segar ( 30 g) dengan air secukupnya. Setelah dingin, minum seperti teh.

-          Radang Ginjal Akut

Cuci akar alang-alang ( 60- 120 g ), daun kumis kucing ( 30 g ), daun sendok ( 30 g ), dan daun sambiloto ( 40 g ), lalu potong – potong. Kemudian rebus dengan lima gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin, bagi dua sama banyak untuk diminum pada pagi dan sore hari.


Catatan :
-         Tanaman alang-alang sudah dibuat obat paten

-        Untuk para penderita dengan lambung lemah dan banyak kencing dilarang minum rebusan akar alang-alang.